Menurut Kantor Berita ABNA, kembali tentara Zionis Israel berulah dengan menembaki dua pemuda dan pemudi Palestina yang membuat keduanya meregang nyawa ditempat dan akhirnya menembuskan nafas terakhir tanpa pertolongan. Peristiwa tragis tersebut terjadi rabu pagi (27/4) di dekat pos pemeriksaan di Qalandia bagian utara Al-Quds.
Pihak tentara Israel mengklaim pasangan muda-mudi yang menjadi korban penembakan disebabkan keduanya mengancam nyawa tentara Israel yang sedang bertugas di pos pemeriksaan. Keduanya dituduh membawa pisau yang hendak digunakan untuk menyerang tentara Israel, yang untuk menyelamatkan diri, tentara tersebut menembakkan timah panas ke tubuh kedua korban.
Anggota lembaga bantuan kesehatan dan kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina dalam laporannya yang dilansir dari media setempat menyebutkan, pihak tentara Israel melarang datangnya ambulans dan apapun bentuk pertolongan kepada korban, sehingga kedua korban yang bersimbah darah meninggal dunia ditempat.
Salah seorang korban, terdeteksi bernama Maram Saleh Hasan Abu Ismail, berusia 24 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan universitasnya.
Kementrian Kesehatan Palestina membenarkan berita tertembaknya dua pemuda Palestina tersebut dan mengutuk keras penembakan brutal tersebut.
Kejadian serupa telah sering terjadi. Hanya dengan tuduhan sepihak, pemuda-pemuda Palestina bisa dengan mudah ditembak dan dibunuh oleh tentara rezim Zionis. Meski mengutuk, pihak pemerintah Palestina tidak mampu berbuat apa-apa, termasuk menuntut kepengadilan pelaku penembakan dari pihak tentara Israel tersebut.

